Rahasia di Balik Kunjungan Paus Fransiskus ke Al-Quds

25/08/2014 0:00:00
قـلـم الـتحـرير Jumlah kali dibaca 2264

Rahasia di Balik Kunjungan Paus Fransiskus ke Al-Quds


Segala puji bagi Allah,shalawat dan salamataspenutup paraNabi.

“Sebagaimana dimaklumi LordRobertCecil,PresidenLiga Bangsa-bangsa,pernah menyatakan dalamsebuah pidatonyadiAmerika Serikatbahwasebagai bentuk dukungan dari Liga Bangsa-bangsa, maka merekaakan menjadikan al-Quds (Yerusalem) sebagai basis internasional pada akhirnya.”

Faktatersebut diungkapkan oleh penulisbukuOccult Theocracypada tahun 1933.Empat belastahun setelahnya,dijatuhkanlahkeputusanpembagian Palestinauntukmenegaskanbahwawacanatersebut bukanlah semata sebuahpropaganda.

Resolusi Majelis UmumPBB no.181tahun 1947berbunyi:“Di Palestinadibentukdua negara(ArabdanYahudi)yang sama-sama merdeka,sementara di Yerussalem akan diberlakukan aturan internasional khusus.”

Pokok dari pembagian tersebut adalahsebuah negarabagiYahudidansebuahnegarabagi rakyatPalestina.Sedangkantanahsucial-Qudsindependendantidakdikuasaiolehsalah satu dari duanegara tersebut.

Resolusi tersebut menurut penulis menguntungkanVatikan.Tidak sajakarenamenciptakan keamanan di kotaal-Quds, tapi juga mencegah penguasaan baik olehYahudi maupun oleh MuslimterhadapYerusalem.

KoranCivilta Cattolica,corong resmiVatikan,menyatakan secara tegas dalam edisiFebruari 1951“perlunya penekanan terhadapperwakilan darinegara-negara Katolikdi PBB agarmembentuksebuah frontyang kuatuntuk membelainternasionalisasiYerusalem, sebagaimana yang telahdisetujui PBB.

Maka ketikaIsraelmenyatakanal-Qudssebagai “ibukota bersatudanabadi;Vatikan menyatakan dengan tegas keberatannya.Paus Yohanes PaulusIIsecara lugasmenyatakan perlunyaal-Qudsuntukmenjadi“area khusus yang dijamin keamanannya secarainternasional.

Sebagian pihak menyatakanbahwapengungkapan kembali fakta sejarah ini tidak memiliki urgensidalamrealitasal-Qudssekarang.

Faktanya, resolusipembagian wilayahdaninternasionalisasial-Qudsmasih terus berjalan,sebagaimana ditegaskanoleh Majelis UmumPBBdalam sidangnyayang ke66 pada26/1/2012 atau duatahun yang lalu. Sehingga pandangan bahwaresolusipembagian wilayah hanya kerak sejarah yang tidak lagi relevan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam membaca situasi sosial-politik di Yerussalem, tidak didukung oleh realitas Yerussalem hari ini.Lantas,apa rahasiadi balikkunjunganPaus Fransiskuskeal-Quds?

Menteri luar negeriVatikan, Pietro Parolinmenyatakan bahwa kedatanganPauskeal-Qudsuntuk menekankantiga hal:

1.            Hak Israel untukeksis danhidupdengandamai dan amandi dalam perbatasanyangtelahdiakui secara internasional.

2.            Hakrakyat Palestinauntukmemilikinegarasendiri yang mereka kelola.

3.            Pengakuanterhadap nilai kesuciandaninternasionalkotaYerusalem.

Menurut pandangan penulis, bukankahhal tersebut merupakan bentuk persetujuan terhadap resolusi pembagian wilayah secara substansial? Tidakkahkaum Muslim berhakuntukmerasakan kekhawatiran terhadapambisiorang-orang yangdulu pernah berkuasadial-Quds?

 


Komentar

Tambahkan komentar Anda

Nama  
Email    
Teks komentar  

Halaman utama Halaman Terakhir